Penilaian SNMPTN Tulis Persentil : Menjaring Siswa Yang Berkemampuan Balance

Share on :
Nah,kali ini saya akan membahas penilaian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Tulis. Pelaks`naan SNMPTN Tulis selalu setelah pelaksanaa UN sobat,beda dengan SNMPTN Undangan. Namun demikian tidak sedikit dari para calon mahasiswa ini yang belum memahami sitem penilaian SNMPTN Tulis. Padahal dengan memahami sitem penilaian persentil akan sangat membantu dalam menerapkan strategi pemilihan program studi di PTN.

Apa itu sistem penilaian persentil? Menurut panduan yang terdapat dalam website resmi SNMPTN memang tidak dijelaskan secara eksplisit apa itu sistem penilaian persentil. Namun, bila kita simak lebih teliti lagi telah di sebutkan bahwa,
Setiap mata ujian akan dinilai berdasarkan peringkat dengan skala nol sampai seratus sebelum nilai tersebut dijumlahkan dengan nilai mata ujian lainnya. Oleh karena itu, setiap mata ujian harus dikerjakan sebaik mungkin dan tidak ada yang diabaikan.
Artinya pada seleksi nasional dilakukan sistem penilaian persentil. Penilaian persentil bertujuan untuk menjaring siswa-siswi yang memiliki kemampuan merata di seluruh bidang studi. Bukan siswa yang hanya menonjol di salah satu bidang studi saja. Artinya suka tidak suka, mau tidak mau siswa harus mempertahankan kekuatannya pada bidang studi yang dikuasainya dan meningkatkan kemampuan pada bidang studi yang dianggap masih lemah atau belum memuaskan. Hal ini pun meminimalisasi drop out jika telah di terima di PTN.
Pada umumnya jika melihat hasil Ujian Nasional 2010/2011 banyak siswa yang mengalami kegagalan di bidang studi Bahasa Indonesia. Artinya bisa di pastikan bahwa sistem penilaian persentil akan memperhitungkan siswa yang memiliki kelemahan tersebut meski hanya di salah satu bidang studi saja
Lalu bagaimana simulasi penilaian sistem persentil? Sebagai contoh: PTN X memiliki salah satu program studi dengan jurusan Y. Kebetulan tahun ini PTN X hanya memiliki daya tampung dua kursi pada jurusan Y. Sedangkan yang mendaftar ada tiga orang. Sebagai contoh saja kita simulasikan hanya tiga bidang studi yang diujikan. Pada SNMPTN sesungguhnya terdapat tujuh mata pelajaran yang diujikan baik dari jurusan IPA maupun IPS. Sedangkan bagi mereka yang memilih IPC (IPA+IPS) tentu saja mata pelajaran yang diujikan lebih banyak .
Nama Siswa
Mat
Ind
Ing
Total
Rank
K
50
20
40
110
3
L
90
10
20
120
2
M
40
50
50
140
1
Pada tahun 2008 penilaian SNMPTN bukan berdasarkan penilaian persentil, melainkan penilaian nilai total seluruh bidang studi atau mata ujian. Jika menggunakan sistem penilaian nilai total tertinggi, maka yang lolos seleksi adalah L dan M karena mereka berdua memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan K. Tetapi hal tersebut akan berbeda hasilnya jika dilihat berdasarkan penilaian persentil. Berikut adalah simulasinya dengan menggunakan nilai yang sama dari tabel diatas.
Nama Siswa
Mat
Ind
Ing
Total
Rank
Rank
Persen
Rank
Persen
Rank
Persen
K
2
33
2
33
2
33
99
2
L
1
67
3
0
3
0
67
3
M
3
0
1
67
1
67
134
1
Masing-masing mata ujian di peringkat terlebih dahulu, kemudian nilai peringkat di jumlahkan. Sehingga muncul nilai total dari peringkat per-bidang studi yang didapatkan. Nilai peringkat didapatkan dengan rumus persentil = 100 x (1-peringkat siswa/peserta). Jika kita lihat L memiliki nilai tinggi pada mata pelajaran Matematika, tetapi jatuh di mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, hal inilah yang menyebabkan kegagalan L karena kemampuannya tidak merata dan hanya mengandalkan Matematika.
Selain sistem penilaian persentil SNMPTN kali ini diujikan juga Tes Potensi Akademik (TPA). TPA ini adalah salah satu alat ukur apakah calon mahasiswa dianggap sanggup menyelesaikan studi S1-nya dalam waktu yang telah di tentukan atau tidak. Artinya TPA selain mengukur kemampuan menyelesaikan studi sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, juga mengukur daya juang siswa. TPA mempunyai porsi penilaian yang cukup besar yaitu 30%. Artinya TPA memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kelulusan dalam SNMPTN 2011. Dengan diujikannya TPA tentu saja akan mengurangi mahasiswa yang Drop Out. Sistem penilaian SNMPTN saat ini bener-benar ketat dan hanya bagi mereka yang benar-benar serius untuk kuliah dengan jangka waktu yang telah di tentukan yang layak mendapatkannya.
Ada sebuah guyonan diantara alumni ITB, jangan tanya kami lulusan tahun berapa tapi cukup tanyakan angkatan saja. Karena menanyakan kapan kami lulus adalah sebuah hal yang tabu. Ini menunjukkan bahwa permasalahan drop out adalah persoalan yang sangat serius. Sangat disayangkan sekali jika sudah lolos masuk PTN tetapi ujung-ujungnya drop out. Bahkan saat ini santer terdengar salah satu PTN siap-siap mendrop-out mahasiswanya karena permasalahan sepele yaitu terlambat mendaftar ulang.
Demikianlah cara penilaian persentil SNMPTN semoga bermanfaat. Semoga sobat yang di terima berjuang dengan jujur dan tidak mengandalkan hal-hal curang. Karena tanpa kejujuran meskipun lulusan PTN favorit itu akan lebih berbahaya di kemudian hari. Pada akhirnya masyarakat tidak melihat title kita apa, tetapi masyarakat melihat integritas kita dan kejujuran kita.

*ditulis dari berbagai sumber

0 komentar on Penilaian SNMPTN Tulis Persentil : Menjaring Siswa Yang Berkemampuan Balance :

Post a Comment and Don't Spam!

Pengikut